Minggu, 26 Desember 2010
Jumat, 17 Desember 2010
Peran Komunitas Bagi Fotografer dan Model
Jakarta, 29 Maret 2009. Komunitas “Facebook Photography Indonesia“ baru saja usai bikin gelaran foto hunting yang ke-empat kalinya. Acara foto hunting digelar secara regular setiap bulannya. Waktu event dipilih hari Sabtu di minggu ke-4 tiap bulannya.
Adapun durasi pemotretan antara 3 s/d 4 jam, dan ini sangat tergantung dengan lokasi dan waktu yang telah disepakati.
Untuk gelaran yang ke-empat, di pilih kota Bandung, karena ada beberapa alasan:
Pertama, karena komunitas bermaksud ingin menggandeng dan merapatkan diri dengan model dan para fotografer asal Bandung.
Kedua, karena kejenuhan lokasi yang sebelumnya selalu bikin di Jakarta. Kini Bandung jadi pilihan selain Jakarta. Selain disebut sebagai kota sejuk, Bandung kini juga populer sebagai kota wisata belanja. Maksudnya bisa melahap untuk tiga tujuan, yaitu berlibur, belanja dan motret model .
Ketiga, alasan pemilihan model. Hal ini sekedar ingin mendapatkan karakter yang beda. Kan ada baiknya fotografer perlu juga mengenal lebih jauh beberapa karakter model dari luar kota Jakarta.
Tetapi topik kali ini mengulas tentang apa dan bagaimana peran atau pentingnya kehadiran komunitas “Facebook Photography Indonesia”, khususnya bagi fotografer dan model foto.
FOTOGRAFER & MODEL
Mengapa fotografer membutuhkan model sebagai objek foto? Tentu saja jawabannya bisa ditebak sendiri.
Biasanya seorang model adalah sosok yang memiliki badan/tubuh yang ideal, berparas muka cantik, dan profilnya adalah wanita yang biasa tampil di majalah atau media televisi.
Tapi jangan salah, dalam dunia fotografi yang namanya model tidak semata-mata seorang wanita cantik, tapi ia bisa juga adalah seorang pria, seorang wanita gemuk, wanita kurus, pria tua/muda, anak-anak, dan bahkan juga bayi.
Ketika memotret objek seorang model, ada dua teknik yang biasa dipakai fotografer, yaitu teknik foto close-up atau foto menyeluruh.
Teknik foto close-up adalah, mengambil sudut objek terbatas pada bagian tertentu saja, antara lain memilih bagian wajah, atau bagian wajah dan leher, atau juga bagian wajah hingga dada. Teknik foto menyeluruh sudah jelas maksudnya, adalah mengambil sudut foto secara menyeluruh. Artinya, jika objeknya adalah foto seorang model, maka objek gambarnya menyeluruh mulai dari kaki hingga ke wajah.
Bagaimana mendapatkan hasil foto close up atau menyeluruh yang baik?
Nah, semua ini tergantung dari pada skill menggunakan alat foto. Tentunya, peralatan foto yang baik adalah punya perlengkapan kamera dan lensa yang tepat sesuai objek foto. Setelah itu, memainkan setting-an kamera/lensa sesuai hasil yang diharapkan.
Berikut ini ada beberapa tips dan sharing memilih model foto.
PILIHAN MODEL
Sejak berkembangannya era digital yang begitu pesat, kini hampir semua wanita yang merasa dirinya cantik, so pasti ingin tampil menarik dan bisa dilihat oleh banyak orang.
Bagaimana mereka bisa tampil? Tentu saja harus melalui media foto.
Buktinya, lihat saja di internet, dan salah satunya jaringan sosial facebook. Terbukti, hampir semua wanita ingin tampil cantik dan menawan. Bisa kita lihat sendiri album foto profil. Cukup banyak wanita cantik dengan PD-nya memotret dirinya dengan kamera handphone, atau foto melalui tangan sendiri.
Boleh dibilang, era narsisme kini makin populer dan ini pun bisa dimaklumi.
Beruntung buat model pemula, apabila disentuh oleh fotografer, maka mereka akan mendapatkan hasil foto yang eksklusive dari kamera canggih. Efeknya, bisa dilihat sendiri di album foto model atau pemilik profil, yang mana koleksi foto-foto model akan semakin bagus dan semakin disukai oleh pengunjung internet.
Foto yang bagus biasanya dijadikan sebagai foto profil/avatar. Mulai dari sini, popularitas model bisa jadi berkembang dan semakin dikenal orang luar.
Disisi lain, bagi fotografer sekalipun fotografer pemula, mereka kini makin mudah memilih dan menghubungi langsung para calon modelnya. Boleh dibilang, fotografer tidak perlu lagi berurusan dengan pihak model agency, kalau memang fotografer berkomunikasi dengan model yang di inginkan.
Namun, jangan heran jika ada beberapa model senior (kawakan), biasanya lebih suka mengatur agenda/jadwal melalui manager-nya. Maksudnya, fotografer harus membuat deal dengan manager-nya. Bagi fotografer kawakan, jika manager model tersebut reseh, maka biasanya model tadi di-skip (dilewatkan).
Ketika model sudah bisa dihubungi, maka selanjutnya tinggal bagaimana sang fotografer membuat janji, menentukan waktu, dan menetapkan tema pemotretan yang di-inginkan.
Walaupun sudah ada kemudahan melalui media facebook, tapi tak semua fotografer bisa menghubungi calon model dengan mulus. Kadang bisa stress sendiri jika ada penolakan, kenapa? Karena fotografer yang belum dikenal oleh calon model sering kali ditolak oleh model itu sendiri.
Kan model juga tidak mau sembarangan menerima ajakan atau undangan event pemotretan? Apalagi jika yang ngajak tidak dikenal dan belum punya pengalaman. Model kini lebih selektif dan punya hak untuk menolak atau menunda, serta melihat situasi yang tepat.
MENGATASI PENOLAKAN
Ada beberapa penolakan halus dari model ketika fotografer ingin mengajak calon model tersebut, antara lain karena fotografer belum dikenal, waktu tidak tepat, tema pemotretan tidak sesuai, lokasi jauh, dan bisa jadi komunikasi tidak nyambung, dimana fotografer kurang profesional ketika ia mengajukan permohonan dengan model yang dituju.
Bagaimana mengatasi penolakan? Mau terus? Mau coba lagi? Bagaimana jika tetap ditolak?
Yang paling gampang adalah tahu beres saja. Maka disinilah peran sebuah komunitas atau EO acara pemotretan perlu dihadirkan.
Komunitas “Facebook Photography Indonesia” secara konsisten menggelar acara pemotretan setiap bulannya. Kelebihan komunitas ini adalah mempertemukan para fotografer untuk bertemu langsung dengan modelnya melalui sebuah acara photo hunting.
Pilihan model, pilihan tema dan pilihan lokasi akan disesuaikan dan di atur secara bergantian. Dengan cara ini memungkinkan gelaran pemotretan akan selalu menghadirkan suasana baru.
Bagi mereka yang sudah jadi member “Facebook Photography Indonesia”, pastinya mereka mendaptakan informasi atau undangan pemotretan model. Menu up-coming events di dalam group “Facebook Photography Indonesia” adalah tempat untuk mereka yang ingin tahu event atau agenda berikutnya. Sangat mudah, hanya klik doang!
Yang lebih menarik, ketika para fotografer sudah hadir dilokasi, maka mereka akan langsung bisa berkenalan dengan foto modelnya. Mereka bisa langsung berkomunikasi tanpa dibatasi atau dihalangi oleh pihak panitia acara. Bebas asalkan tertib.
Ingin mendapatkan nomor hp modelnya? Mau bikin pemotretan sendiri atau mau bikin dengan grup sendiri? Silahkan saja mengatur sendiri, apa dan bagaimana serta pilihan waktu dan lokasinya. Beruntung jika hal ini bisa dibicarakan dengan model yang bersangkutan.
PERAN KOMUNITAS
Fotografer masih malu-malu untuk memulai?
Maka disinilah peran komunitas untuk mencairkan suasana dan membuat pertemanan antara fotografer dan model makin lancar. Yang pasti, jika semula suasana masih kaku dan belum biasa, maka nantinya suasana akan menjadi fleksible dan terbiasa.
Demikian pula bagi model pendatang baru, bagi yang belum terbiasa pasang aksi di depan kamera atau pemotretan, biasanya para fotografer maupun panitia acara akan memberikan petunjuk (arahan) bagi model bagaimana berekspresi maupun posisi yang diinginkan oleh fotografer. Asalkan model tidak malu-malu dan bersedia berkomunikasi, maka semuanya dijamin akan lancar.
Hal yang perlu dingat, bahwa sepanjang pihak model open and wellcome, dan sudah memberikan nomor hp-nya, maka disini pihak fotografer sudah mendapatkan green-light untuk mengadakan sesi pemotretan berikutnya. Mau jalan sendiri silahkan, atau mau mengajak komunitas juga boleh.
Sekali lagi, peran EO dari komunitas “Facebook Photography Indonesia” tidak lebih hanya sekedar mempertemukan atau mengkrabkan pertemanan antara pihak model foto dengan para fotografer yang selalu dihadiri antara 20 s/d 40 fotografer.
Jadi, bisa dibayangkan berapa banyak jumlah foto seorang model yang bakal dihasilkan dari sebuah event yang berdurasi antara 3 s/d 4 jam tersebut? Tentu saja, hal ini bakal menguntungkan bagi model yang ingin berkembang atau ingin populer. Wajah model pastinya akan di tag di facebook.
ANTI PORNOGRAFI
Memang ada kalanya ditemukan ada beberapa fotografer yang suka nakal, atau iseng meminta model sampai buka-bukaan.
Tapi, panitia dan semua anggota komunitas memiliki batasan sampai dimana objek yang pantas untuk difoto. Yang pasti objek pemotretan model senantiasa ikut norma-norma yang ada, serta mentaati peraturan pemerintah tentang UU Anti Pornografi.
Semua ingin berkembang, semua ingin maju, semua ingin dikenal. Semua orang pun ingin prosesnya cepat, mudah dan praktis. Tetapi, untuk menuju kearah sana tetap mengikuti aturan main, khususnya UU yang berlaku. Jangan sampai makin “terbuka”, dan akhirnya berurusan dengan pihak berwajib.
Menutup artikel ini, bahwa komunitas “Facebook Photography Indonesia” akan terus konsisten membuat acara pemotretan model secara reguler dan profesional. Setidaknya, para peserta fotografer dan model akan semakin betah untuk mengikuti setiap acara yang bakal digelar.
Semoga saja, model yang pernah ikut komunitas “Facebook Photography Indonesia”, maupun fotografer yang pernah hadir bisa mewujudkan sesuatu yang lebih baik. Paling tidak, karya cipta & seni photography Indonesia semakin maju di mata dunia. Semoga.
Penulis adalah Creator Group “Facebook Photography Indonesia”. Anggota group sudah mencapai 1,000 orang lebih, dan siapa saja boleh bergabung (open group).
sumber : http://stephenlangitan.com
Kamis, 24 Juni 2010
Jumat, 14 Mei 2010
cheat point blank
Langkah2nya adalah :
1. Launch PointBlank dengan Windows Mode
2. Launch MLE
3. Hide MLE dengan HideToolz
4. Attach ke PointBlank.exe
awalnya fload -> 100
setelah itu kurangi darah kamu
umpama buang bom kena sndiri, tgl 40 darahnya
40 next scan
setelah itu... klik 2x dibar sebelah itu
ganti dah valuenya...value itu kan jadi darah kalian...
Note : Kadang - kadang headshoot bs mati lho... so hati- hati ya.
Cheat Infinity Ammo
- scan jumlah peluru anda ( ex : 30 -> 4 byte -> First Scan )
- Tembak sembarang aja biar pelor kurang
- Setelah itu jumlah peluru setelah tembakan itu jadi kan next scan ( ex: 28 -> next scan )
- setelah itu ada bar value yg ada dikiri
- klik 2x... setelah itu ganti value nya ( value itu kan jadi amunisi anda )
Slamat mencoba...
Untuk download software moonlight dan hide tools, silahkan download di link dibawah ini.
PERHATIAN : Artikel ini saya closed. Segala keluhan dan pertanyaan akan tidak saya tanggapi,, Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Makasih,,
Download Moonlight Engine
Download Hide Toolz
Selasa, 13 April 2010
Massa Folos Tolak Pembangunan Pabrik
SUBANG, (PRLM).- Sejumlah massa Forum Lintas Organisasi Subang (Folos) berunjuk rasa ke sejumlah instansi Pemerintahan dan gedung DPRD setempat, Selasa (13/4). Mereka mendesak pihak-pihak terkait untuk membatalkan rencana pembangunan pabrik garmen yang akan didirikan pada lahan tekhnis seluas 16 hektare di Desa Manyeti, Kec. Dawuan.
Alasannya, pembangunan pabrik tersebut telah melabrak sejumlah aturan yakni Undang-undang No.41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Inpres No. 32 tahun 1998, Inpres No. 9 tahun 2002, Inpres No.2 tahun 2005 dan Perda Pemprov Jabar No.4 tahun 2008 tentang Irigasi. Selain itu, pembangunan pabrik di Desa Manyeti telah menyalahi Perda Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) karena dalam Perda tersebut, Kec. Dawuan tidak ditetapkan sebagai zona Industri di Kab. Subang.
“Massa Folos yang merupakan gabungan dari berbagai LSM di Subang secara tega menolak pembangunan pabrik PT Daenong Global Garment (DGG). Sebab, pabrik itu akan didirikan di atas lahan pertanian beririgasi tekhnis,” ujar salah seorang pengunjuk rasa Asep R. Dimyati.
Menurut dia, lahan pertanian di Kab. Subang sangat potensial untuk dijadikan sebagai lahan pertanian abadi di Indonesia. Oleh karena itu, keberadaan lahan pertanian di Subang harus dipertahankan sekuat tenaga. Apalagi sebagian besar petani di Desa Manyeti tidak mau melepaskan haknya kepada investor asal Korea Selatan tersebut.
Hal senada dikatakan pengunjuk rasa lainnya, Edi Sableng. Menurut dia, lahirnya ijin prinsif dan ijin lokasi untuk PT DGG sarat dengan praktek-praktek makelar dari yang saat ini sedang diberantas oleh Pemerintah Pusat. "Atas dasar itu, Bupati Subang harus segera mencabut kembali ijin-ijin tersebut,” kata Edi.
Dari pemantuan “PRLM”, para pengjuk rasa awalnya mendatangi kantor Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) di Jalan A. Yani. Dari tempat itu pengunjuk rasa kemudian bergerak ke kantor Dinas Tata Ruang Pemukiman dan Kebersihan (Tarkimsih) di Jln. Otista. Di dua tempat itu mereka menyerukan agar ijin pembangunan pabrik segera dicabut kembali.
Merasa aspirasinya kurang ditanggapi dua instansi tersebut, pengunjuk rasa kemudian mendatangi kantor DPRD yang letaknya hanya sekira 100 meter dari Dinas Tarkimsih. Di tempat itu mereka kembali menggelar orasi dan teatrikal yang menggambarkan penindasan kaum kafitalis tehadap para petani.
Namun, dialog antara pengunjuk rasa dengan para wakil rakyat mengalami deadlock karena pihak Sekretariat Dewan tidak mampu menghadirkan pihak-pihak terkait sesuai tuntutan pengunjuk rasa.”Kami akan datang lagi ke tempat ini sambil membawa massa yang lebih besar,” ujar Asep R. Dimyati.
Menanggapi aksi tersebut salah seorang wakil rakyat dari Kec. Dawuan, Beni Rudiono mengatakan, areal sawah yang ada di Kab. Subang hanya berkisar 40% dari total wilayah kabupaten tersebut. Dan sektor pertanian ternyata hanya mampu menghidupi 275 ribu penduduk dari total penduduk sebanyak 1, 5 juta jiwa. Oleh karena itu, pemerintah dengan giat mencari penghidupan dari sektor-sektor lain termasuk menarik investor yang mau membangun industri padat karya.
Atas dasar itu pula, lanjut Beni, Pemkab Subang rela mengorbankan sedikit sawah tekhnis untuk pembangunan pabrik garmen di Desa Manyeti.”Hingga hari ini sawah yang tergusur oleh pabrik tidak lebih dari 0,01%. Artinya hal itu tidak mengancam predikat Subang sebagai lumbung padi nomor tiga di Jawa Barat,” kata dia.
Apalagi, lanjut Beni, pihak pengusaha telah memberikan dana disinnsentif yang digunakan untuk membuat saluran irigasi baru yang mampu mengubah sawah nontekhnis menjadi sawah tekhnis. Saluran irigasi baru itu dibangun di Desa/Kec. Cijambe.
“Menurut informasi yang saya terima, PT DGG akan menyerap sedikitnya 10 ribu pekerja. Artinya, kehadiran pabrik itu bisa menjawab kebutuhan lapangan kerja yang saat ini sedang ditunggu oleh sebagian besar masyarakat,” ujar Beni.
sumber : pikiran-rakyat.com
Selasa, 30 Maret 2010
nokia n68 solution
nokia n86 all solution

unlocking gsm free unlock: FREE UNLOCK GSM : nokia n86 all solution
http://forum.gsmhosting.com/vbb/f299/all-nokia-hardware-solution-2010-free-957785/index2.html#post5605273
sumber yogyaponsel.web.id
Rabu, 27 Januari 2010
JAIPONGAN

Jaipongan adalah sebuah genre seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilumenjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama Jaipongan.
Sebelum bentuk seni pertunjukan ini muncul, ada beberapa pengaruh yang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan ini. Di Jawa Barat misalnya, tari pergaulan merupakan pengaruh dari Ball Room, yang biasanya dalam pertunjukan tari-tari pergaulan tak lepas dari keberadaan ronggeng dan pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulan tidak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara, tetapi untuk hiburan atau cara gaul. Keberadaan ronggeng dalam seni pertunjukan memiliki daya tarik yang mengundang simpati kaum pamogoran. Misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda, diperkirakan kesenian ini populer sekitar tahun 1916. Sebagai seni pertunjukan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur sederhana, seperti waditra yang meliputi rebab, kendang, dua buahkulanter, tiga buah ketuk, dan gong. Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yang tidak memiliki pola gerak yang baku, kostum penari yang sederhana sebagai cerminan kerakyatan.
Seiring dengan memudarnya jenis kesenian di atas, mantan pamogoran (penonton yang berperan aktif dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu/Doger/Tayub) beralih perhatiannya pada seni pertunjukan Kliningan, yang di daerah Pantai Utara Jawa Barat (Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, dan Subang) dikenal dengan sebutan Kliningan Bajidoran yang pola tarinya maupun peristiwa pertunjukannya mempunyai kemiripan dengan kesenian sebelumnya (Ketuk Tilu/Doger/Tayub). Dalam pada itu, eksistensi tari-tarian dalam Topeng Banjet cukup digemari, khususnya di Karawang, di mana beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tarian dalam Topeng Banjet ini. Secara koreografis tarian itu masih menampakan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) yang mengandung unsur gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan tari Jaipongan. Beberapa gerak-gerak dasar tari Jaipongan selain dari Ketuk Tilu, Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah Tayuban dan Pencak Silat.
Kemunculan tarian karya Gugum Gumbira pada awalnya disebut Ketuk Tilu perkembangan, yang memang karena dasar tarian itu merupakan pengembangan dari Ketuk Tilu. Karya pertama Gugum Gumbira masih sangat kental dengan warna ibing Ketuk Tilu, baik dari segi koreografi maupun iringannya, yang kemudian tarian itu menjadi populer dengan sebutan Jaipongan.
[sunting] Berkembang
Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari "Daun Pulus Keser Bojong" dan "Rendeng Bojong" yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Dari tarian itu muncul beberapa nama penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kurniadi. Awal kemunculan tarian tersebut sempat menjadi perbincangan, yang isu sentralnya adalah gerakan yang erotis dan vulgar. Namun dari ekspos beberapa media cetak, nama Gugum Gumbira mulai dikenal masyarakat, apalagi setelah tari Jaipongan pada tahun 1980 dipentaskan di TVRI stasiun pusat Jakarta. Dampak dari kepopuleran tersebut lebih meningkatkan frekuensi pertunjukan, baik di media televisi, hajatan maupun perayaan-perayaan yang diselenggarakan oleh pihak swasta dan pemerintah.
Kehadiran Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para penggiat seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang perhatian. Dengan munculnya tari Jaipongan, dimanfaatkan oleh para penggiat seni tari untuk menyelenggarakan kursus-kursus tari Jaipongan, dimanfaatkan pula oleh pengusaha pub-pub malam sebagai pemikat tamu undangan, dimana perkembangan lebih lanjut peluang usaha semacam ini dibentuk oleh para penggiat tari sebagai usaha pemberdayaan ekonomi dengan nama Sanggar Tari atau grup-grup di beberapa daerah wilayah Jawa Barat, misalnya di Subang dengan Jaipongan gaya "kaleran" (utara).
Ciri khas Jaipongan gaya kaleran, yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas, dan kesederhanaan (alami, apa adanya). Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada pula tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada seni Jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya kaleran, terutama di daerah Subang. Dalam penyajiannya, Jaipongan gaya kaleran ini, sebagai berikut: 1) Tatalu; 2) Kembang Gadung; 3) Buah Kawung Gopar; 4) Tari Pembukaan (Ibing Pola), biasanya dibawakan oleh penari tunggal atau Sinden Tatandakan (serang sinden tapi tidak bisa nyanyi melainkan menarikan lagu sinden/juru kawih); 5) Jeblokan dan Jabanan, merupakan bagian pertunjukan ketika para penonton (bajidor) sawer uang (jabanan) sambil salam tempel. Istilah jeblokan diartikan sebagai pasangan yang menetap antara sinden dan penonton (bajidor).
Perkembangan selanjutnya tari Jaipongan terjadi pada taahun 1980-1990-an, di mana Gugum Gumbira menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Mangut, Iring-iring Daun Puring, Rawayan, dan Tari Kawung Anten. Dari tarian-tarian tersebut muncul beberapa penari Jaipongan yang handal antara lain Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepy, Agah, Aa Suryabrata, dan Asep.
Dewasa ini tari Jaipongan boleh disebut sebagai salah satu identitas keseniaan Jawa Barat, hal ini nampak pada beberapa acara-acara penting yang berkenaan dengan tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat, maka disambut dengan pertunjukan tari Jaipongan. Demikian pula dengan misi-misi kesenian ke manca negara senantiasa dilengkapi dengan tari Jaipongan. Tari Jaipongan banyak mempengaruhi kesenian-kesenian lain yang ada di masyarakat Jawa Barat, baik pada seni pertunjukan wayang, degung, genjring/terbangan, kacapi jaipong, dan hampir semua pertunjukan rakyat maupun pada musik dangdut modern yang dikolaborasikan dengan Jaipong menjadi kesenian Pong-Dut.Jaipongan yang telah diplopori oleh Mr. Nur & Leni....(sumber: id.wikipedia.org/wiki/Jaipongan)
WAYANG GOLEK
| Sejarah Ringkas...... Seni rupa sandiwara boneka berkayu atau lebih lazim jenengan - namanya Wayang Golek, tindak-tanduknya memang kelihatan seperti lagingagulitik atau menggolek, asal muasalnya di dataran tinggi Priangan Jawa Barat yang kerajaan buddha Pajajaran masih misésa atau menguasai pada abad XV M., tatkala itu, Sunan Giri, salah satu dari sembilan Wali Songo yang mendatangi pulau Jawa dari perbagai negeri ufuk timur seperti Persia, Turki, Mesir dan Cina untuk beruluk salam sambil mencanangkan kawibawan firman Allah, dipercaya memperkenalkan seni ini kepada penduduk setempat. Itu lambat-laun terjungkar-jangkir sepanjang daerah Priangan, bergabung sama adat istiadat pra-Islam dan budaya khayalak ramai. Pada hakekatnya, ini dilantarankan aspeknya yang sudah merecup dalam benak masyarakat awam, tasmat menggalang faham-faham hikmah filsafat, akhlak atau malahan bermuatan kasad propaganda. Bahwasanya, setiap babak pementasan adalah bidang permata atau ibarat tematis filsafat tertentu, dengan menyirat makna tersendiri bagi penilik yang berlatar belakang undak-usuk atau tingkat pendidikan berbeda-beda. Berisikan serancaman cerita murni adapun pertikaian kebajikan melawan kedurjanaan dan segala nista kepasikan yang akhirnya cuang-caing. Tidak pelak lagi, bukannya menyerupai selangkas buah papaya bahwa Seni Wayang Golek telah menghaturkan sumbangsih yang cukup berarti dalam hal mencagarkan kesinabungan warisan khazanah budaya tamaddun sunda zaman pra-islam. |
| Simbolisme para Tokoh Haraplah maklum tentang adanya syarat mutalak bahwa seberinda pertunjukan Wayang Golek berdasarkan bentuk dan kode-kode warna yang bertujuan menggambarkan ciri masing-masing tokoh dan fihak dikotomis. Terdapat dua fihak yang saling melawan, yakni tokoh baik yang berperangai halus dan rendah hati dan yang dursila tabiatnya kasar dan suwaban (angkuh). Sementangpun para persona tidak bersifat manikeis dan tokoh halus pun mempunyai belang, sedangkan tokoh kasar memiliki sifat yang konon tidak perlu selalu kita dayus. | |
| Skema warna Merah: keberingasan, sifat toma (angkara murka), ketidaksabaran, rasa wera (amarah)/Hitam dan biru : ketentraman, kebangkitan rohani, kedewasaan/Putih: kemurnian, budi luhur dan tatakrama/Mas dan kuning : para narapati dan kaum ningrat. Warna Pandé (rupa raut muka) Putih untuk seorang pangeran muda/Hitam untuk ketulusan hati atau kesucian/Hijau untuk kemunafikan/Biru adalah ta'yin sikap yang tidak mandraguna - gagah. | |
| Sosok tubuh Halus : Kepala menganggut sebagai pertanda kerendahan hati dan watak yang tidak usung ésang - suka membantu melakukan kejahatan, wajah halus, hidung mancung, mata berbentuk buah badam, kulit konéng pisitan - kuning langsat dan berperawakan tinggi langsing. Gentra (suara) merdunya leuleuy (lemah lembut)yang begitu rendah nadanya bahkan terkadang tidak kedengaran. Kasar : Sifatnya angguklung - besar kepala, mereka lebih pendek, sosok tubuhnya bagai yaksa - raksasa; secara caluntang - tidak tahu adat, kepala menengadah dan matanya yang sangat belotot tampak membusung. Hidung besarnya pesek, sosok tubuhnya rapat dan kasar, warna kulitnya gelap. Mata atau soca yang membundar melambangkan keperkasaan tokoh halus dan kebengisan tokoh kasar. | |
| Para Tokoh Mahabarata | |
![]() | Pandava seikhwan : Kekuatan bajik. Putra-putra Devi Kunti ini melambangkan kebangsawanan, kehalusan dan pengetahuan. Yudistira : ini putra sulung berperangai lemah gemulai yang mewakili keadilan dan kebiasaan introspektif (digambarkan dengan pengandaman rambut padat dan kompak), persona ini berbudi luhur namun kebesaran hatinya kadangkala suka berlebih-lebihan. |
| Bima : Adalah benyamin kulasentana Pandava, bertubuh kekar dan berwatak culika - jahil, seorang ksatria tulen par exellence yang membuat lawan geletaran ketika mendengar suaranya. Putra bungsu ini menjelmakan nyali besar dan tahu bagaimana menghormati dan menjulang etika baik. Dirinya mengantapi dua pekarang sakti : ibu jari berangkap yang mirip cakar - Kuku Pancanaka dan palu besar - Gada Rujak Pala. | |
| Arjuna : Rundayan (trah) dewa Indra, beradab dan halus, meskipun bersopan-santun, cacatnya adalah kebiasaan bernapsi-napsi ngarungrum - merayu perempuan Persaudaraan kembar Nakula dan Sadeva : mengenyam sasana maknawi dari wiku atau pendeta Durna yang ngawisik atau mengajar ilmu kebatinan kepadanya. Rambut cepak mereka wujudnya menyerupai ekor kalajengking (keriting). Para Kurava : Kekuatan pasik ini juga merupakan perlambang pembinasaan dan terdiri atas 99 putra dan 1 putri. Duryudana : Pemimpin nasab Kurava, korban dari diberinya nasehat oleh pamannya Sangkuni. Kama : Kerabat Pandava dibesarkan para Kurava ini yang mencoba berkhidmat kepada kedua belah pihak dan achirul kalam, tammat riwayat saat Arjuna memupuskannya. | |
![]() | Narasoma : Salah satu pengagum resiwara Durna. Kulawangsa Barata menafikannya. Kecantikan geureuha - istrinya menyebabkan Narasoma berlinyak dengan Arjuna yang walhasil raib tatkala aduan itu. Apes, Narasoma bakal merelakan jiwanya atas wejangan sang guru Durna yang telah mengkhianatinya. Narasoma melambangkan kesetiaan. |
![]() | Gatot Kaca : Salah satu putra Bima, wataknya yang manggulang-mangguling atau gagah, menyamai kurnia gaib yang menjelaskan kenapa dirinya bisa menerbangi langit dan mendengar dari jarak jauh. |
| Para Tokoh Ramayana | |
![]() | Rama : Salah satu putra raja Ayodya yang mengayomi rakyat jelata dan punya keahlian menangani panah kelodan dan merancangkan siasat militer. Sita, mempelainya, akan diciduk Ravana. |
![]() | Wibisana : Adik raja Ravana yang meruntak penculikan Sita akan memutuskan untuk memihak kepada Rama. Walaupun dirinya merupakan tokoh macakal - berdikari yang senantiasa membela keadilan, Wibisana bahkan merupakan perlambang kecederaan. |
![]() | Sita (atau Devi Sita) : istri Rama, kecantikannya adalah karunia indraloka, tepatnya untuk alasan itu Rama curak-curak (bersuka ria) menculiknya; Sita berupa perlambang nirmala kesetiaan suci yang tulus ikhla dan murni. |
| Indrajit : Putra Ravana Ravana (dikenal pula sebagai Dasamuka, Dasakhanta) : Raja khalaik raksasa yang mengediami pulau Lanka (Sri Lanka); gangas (lalim) dan lancang, Ravana menciduk Sita, istri Rama. Delem beserta Sangut : Abdi-abdi Ravana yang pengecut. Tualen atau Malen : Saudara laki-laki Merdah yang mengejawantahkan kearifan syurgawi, mereka tidak gegetun (menyesal) mengabdi kepada Rama. | ![]() |
| Raksasa dan Buta : Danawa-danawa upadata kedurjanaan yang raray atau berwajah merah, mata besarnya menonjol dan hidung besarnya tampak membengkak. Hanuman : Senapati balatentara kerah putih dan agen rahasia yang akan diutus ke Alengka di pulau Lanka agar mencari Sita - Perlambang ketabahan dan kasuyudan - kesetiaan Prahasta : Wazir Ravana Marica : Saudara perempuan atau gundal Ravana | |
| Pangkal Cerita...... Tidaklah sepadi halmana bahwa wiracarita Mahabarata dan Ramayana yang cikal bakalnya di India merupakan subyek pokok ganda yang dapat dijumpai pada semua ujud seni wayang; kedua hasil karya terdiri dari 180 lebih Pakem (buku). Mahabarata Adapun Mahabarata, susunannya berlampiran 100.000 bait dan 18 jilid...yaitu epos wangsa Baratamendongengkan pergolakan kuasa yang terjadi dalam kurun zaman sekitar abad 13 atau 14 SM. di wilayah paksina India, di satu fihak, antawis réréhan atau antara keluarga Kurava dan sepupunya ikhwan Pandava yang mengeréh - memerintah kerajaan Ngasmana. Para Pandava mewakili cahaya (kebajikan) dan para Kurava adalah mahaduta kekelaman (kepasikan). Tersebab oleh banyaknya ikhtilaf episode yang memberi garis lingkaran alkissah, maka amat ruwat seluk beluk hikayat. Para Kurava yang dilahirkan ke buana melalui perantaraan dewata bernama Durga, berupaya melunyah kelima ikhwan Pandava sambil bertualang menyerempak kerajaan Astina peranti memaksakan kulawanda dinatanya ngarengkuh atau meniarap sebagai pertanda sewaka kepada para penakluk. Awal bermula, para Kurava yang mencoba menanguskan para Pandava, lingsem karena difadihatkan mengunggulinya tatkala aduan hasar dadu. Pihak yang kalah akhirnya minggat ke Virata, persemayaman embahnya, untuk bersuaka. Dari situlah mereka berprakarsa merebut kembali kerajaan yang telah lindang tandas; walaupun eceknya onyak-anyik mengasung apa-apa, syahdan , mereka keteter terhadap perkembangan situasi yang berubah sedemikian langkas, meruyaknya perang dahsyat yang berupa suatu pertumpahan darah sakaratu imaut ini disebut Barata Yuda. Suyudana dibasmi oleh Bima sesepuh para Kurava, selepas peristiwa-peristiwa tidak tepermanai, Yudistira pun menghunus cenangkas dan menyalang raja Salya. Muak terhadap segala nirca atau aib keberingasan, Yudistira bersiap menyangkal disirihkannya singgasana kiani kepada dirinya namun diperingatkan akan darma baktinya oleh pangeran Kresna. Beberapa tahun lewat, lantas berpulang ke belantara, para Pandava untuk satu per satu mendapat tanah tersirah, Yudistira akhirnya dicari-cari dewa Indra. Ramayana Inilah kisah pangeran Rama, awatara Visnu. Pangeran Rama, putra sang narapati Ayodya memenangkan turnamen panah, maka selaku hadiah Rama yang asih kikindeuwan (selayang pandang anggap pantas jadi istri/suami) sama Sita diperkenankan mempersunting gadis rupawan dan muda belia itu. Berikut seleretan intrik, saudara laki-laki Rama bernama Barata naik takhta dan yang satu lagi bernama Lesmana beserta mempelainya Sita pada berhijrah ke dalam pengasingan di rimba sawang di mana bersua dengan Marica salah satu saudara perempuan atau panakawan Ravana raja pulau Lanka......Marica punya renjana kepada Rama yang menolaknya sebagai tambatan hati, seterusnya, Marica yang senyampangKasarumahan muriang édan kasmaran atau kesurupan demam sakit berahi lantaran tertimpa prahara wayang-wuyungan (sedih karena gandrung), sangking mangkelnya telinga dan hidung Lesmana dikudungnya! Tidak segan-segan, Ravana membalas dendam kasumat demi saudara perempuannya dengan mengoyok-oyok Rama dan Lesmana sembari reyem-reyem atau menyaru jadi fakir gelandangan, Sita diculiknya dari kereta perangnya yang mampu menyimpang-nyiurkan cakrawala. Kedua kakak adik tersebut berangkat menyelamatkan Sita, kemudian bertemu Hanuman yang menghalakan pasukannya beranggota sekerumun kerah putih dari kerajaan Sugriwa - narapati Pancawati. Rama dan Lesmana meremas saudara laki-laki Sugriwa bernama Subali yang nyingkah atau menyingkirnya dari singgasana kiani...selaku pahala mengimpas, pasukan kerah ditauliahkan kepada Rama guna merampak puri Ravana. Hanuman bersahakarya dalam arti merupakan tokoh yang pertama kali menemui Sita, itu terjadi hanya seusai memangkah ikan raksasa bernama Kataksini, akan tetapi, Hanuman pada akhirnya kesangsang perangkap musuh. Terkena hukuman mati, Hanuman yang eumeur atau babak-belur tidak luncas meluputkan diri ketika terpancang di galah agar supaya dibakar; dirinya menyatu lagi sama handai taulannya. Setelah menjembatani pulau Lanka dengan benua India, Rama mengerahkan balatentara kerahnya untuk menggempur pulau itu; ketika bertempur, pada saat terjadinya suatu duel danawira, Rama berhasil menumpas Ravana. Dirinya yang menghidupi pengasingan selama 13 tahun kembali ke Ayodya di mana mendapat kembali peterana. Kendatipin begitu, Sita urung membuat takrir akan kesetiaannya kepada Rama yang tadinya benar-benar leungiteun atau kehilangan Sita tatkala istrinya itu menderita eksistensi tawanan di bawah naungan zalim Ravana. Patah hati atau liwung, Rama terpusa mengambil putusan mengusir Sita dari kerajaan. Lantas, Sita melahirkan dua anak kembar dan tidak lama kemudian, mangkat. Rama yang saat itu kewalahan manalagi tertunggang langgang dan welas atau keibaan nasib malang yang merundung permaisuri mendiangnya, kepada kedua putranya mempercayakan kerajaannya, kelak, usai menerima wangsit dari suralaya, nitis lagi sebagai Visnu bari memaerat dari mercapada fana. Ada juga satu versi lain yang merawi bahwa Sita sukses meloloskan diri dari gemblengan jiwa tersebut. Wiracarita lainnya Amir Hamzah: Riwayat petualangan Amir Hamzah yang mempunyai pelbagai nama: Amir Ambyah, Jayengrana, Menak dan lain sebagainya...yakni paman rasul'lah nabi Muhammad. Seseorang harus menelusuri sejarah kembali pada tarikh ketika Harun-al-Rasyid yang pertama kali mengenjak pulau Jawa sekitar abad XV M. menduduki takhta (sekitar 800 M.). Wayang Golek Boneka diolah dengan mengantapi kayu ukiran berbongkol bulat, kepala dan langan dapat dilepaskan; wayang golek yang ditunjang tuding atau gagang lazimnya berpakaian tenunan berwarna-warni, kebanyakan berukuran besar. Wayang golek menduduki meja kayu bergerek-gerek dengan seruntunan liang - plangkan yang berurutan rumpang, semuanya berlaku demikian agar supaya dalang bisa lebih nyaman mengatur gerak-gerik wayang. Tokoh halus selalu tampil dari palih sisi kanan, sedangkan bagi yang kasar, sebelah kiri. Wayang golek sering digunakan untuk menamatkan pagelaran wayang kulit peranti menggambarkan perobahan di jagat raya - aluran berangsur dari tahap wujud eksistensi dwimatra ke yang trimatra. Namun rakyat murba Jawa barat lebih menggemari wayang golek karena intisari tematiknya lebih maujud dan duniawi ketimbang wayang kulit yang lebih cenderung bernuansa abstrak, jadi tidak nyana lebih populer di kalangan elit. Bagi peminat yang ingin memperoleh boneka wayang golek...itu mah sual gampil, atau dengan kata lain itu sih soal gampang...réh iasa dipendak, karena bisa ditemukan di berbagai toko butik, terutama yang berlamparan di kota Bandung, ibukota propinsi Jawqa barat yang menginggapi puser budaya sunda priangan. Dalang Berdasarkan tradisi sunda menjelang datangnya agama islam, dalang mengantara antara dewata kahyangan dan insan bumi. Idem, dirinya berperan sebagai wahana sasana untuk menyebarkan tema-tema universal dan kaedah-kaedah agamiah, alhasil dapat dikatakan bahwa inilah satu contoh dari sekian banyak sarana didaktik dalam rangka meladeni kesejahteraan penduduk luak desa. Dalang mengarah pagelaran yang sekaligus mencancangkan tugas selaku: - ahli teknik : menghidupkan wayang - juru ceritera : mengissahkan sandiwara sayu atau melodrama dalam bahasa sunda, terkadang bertutur dalam bahasa indonesia jika dalangnya berbicara sendirian dan badut-badut yang silih témpas - berbicara secara bergantian sama para hadirin. - penyanyi : persediaan lakon mesti dilafalnya, - juru tiru : harus meniru suara para tokoh supaya penonton akan segera mengenalnya, - konduktor : memberi petunjuk ke orkes dan wajib memainkan setiap alat musik yang bersangkutan. Dalangnya harus menggembirakan penonton selama berjam-jam dan agar memenuhi tuntutan itu, kadangkala, selain mesti berperilaku lebih serius, bahkan amat lentong (aksen bicara yang menghormati) dalam suasana murung hati...dirinya diharap menakrirkan kesadaran akan humor; dari waktu ke waktu, dalang menyisipkan untai-untai kocak dan perbuatan jenaka untuk menyenangkan para hadirin dan memacukan kana'at sesuai kalangenan atau kesukaan penonton. Maka untuk itu ada beberapa tokoh yang kita tidak menjumpai pada babak lebih awal. Lantas, ini niscaya halwa telinga yang nilai estetika amat berharga, dilapik keselarasan antara santainya adegan lucu dan melankolisme sayu rayu yang memberi kekhasaan pada seni klasik Wayang Golek di Indonesia. Upami nyarios perkawis hal ieu, sayaktosna, nalika saurang kantos ningali tongtonan Wayang Golék, nyindang di wewengkon Parahyangan; tan wandé yen ieu hal anu pasti nu éndah jalaran pamandangan nu meni saé pisan téh ngadamel hatosna teu kapambeng nineung sami srangéngé hurung-hérang matak silo mentrang pagunungan éta anu disimbeuh cahayaanna sareng halimun nalangsa sapertos marakayangan nu ngawengkuna téa - Jika berbicara tentang hal ini, sesungguhnya, ketika seseorang pernah melanja di wilayah Parahyangan - persemayaman dewata, dan menonton pagelaran Wayang Golek; pasti, sebab pemandangan yang bagus sekali ini membikin hatinya tidak mengewa untuk selalu rindu akan indahnya kelap-kelip matahari menjemur pegunungan yang disemburkan cahayanya dan kabut suram bagai arwah gentayangan yang meliputinya...... Begitulah, alam rindang yang menjelma di kalbu apabila menatap tamasya Wayang Golek yang kadang-kadang tampil mengenjut igal-igalan. Ikhwal keadaannya......Nanging, éta mah sanésna teu iasa janten ngageunjleungkeun kaayaan, teu uninga naha aya inohong nu ngalugas pakarang ka si anu bari nyingray, aéh...engké lanan atuh! Sakedahna, teu kéning dugi ngangluh teuing atanapi nyuhunkeun sarantos ti pak dalang, itu margi aya hal anu pasti nu nuju sumping, malih sanés réhing hamo aya naon-naon nu badé nyintreuk, kajabi nyandak hal anu pasti kanggo samudayana, ieu supados ngadamelna langkung bingah - walaupun begitu, itu bukannya langkara membuat keadaan heboh, entah kenapa ada yang berseregang melutu si anu sembari ongkang-ongkang, eh...nanti dulu! Seharusnya, jangan sampai terlalu murung hati atau minta tempo dari pak dalang, itu sih lantaran ada sesuatu yang datang, malah bukan karena tidak bakal ada apa-apa yang akan menyentil, kecuali membawa sesuatu bagi semuanya, ini supaya membuatnya lebih bahagia. Alhasil, bilih tos palay lali, mohal, nyaéta mung réhma ieu darmawisata téh kabuktosan sayogi miroséa hal anu pasti nu ngawulang pituduh wijaksana éta nu ngayuga tina anggah ungguh budaya Sunda; sanaos kitu, tangtos, dina danget ieu, teu luput yen sadayana téh masihan ka sugri urang kaperyogian hiji jiga sasana anu pangaosna urang ogé iasa ngemut katut nyepeng sapaosna - Alhasil, andai kata sudah mau lupa, mustahil, yaitu hanya karena darmawisara ini terbukti sudi memperlihatkan sesuatu yang mengajar suatu keperluan seperti kebijaksanaan sunyata yang kelahirannya disebabkan oleh tata krama budaya sunda, walau demikian, tentunya, pada saat ini semuanya memberi kepada setiap orang pelajaran yang nilainya kita pun boleh mengingat dan memegang selamanya. | |
![]() Sumber : indo.net.id | |

















